..................................................................................................HOME | TEORI | PRODUCT&SERVICE | TIM_AHLI | ABOUT US..................................................................................................

Minggu, 01 April 2012

PENGENALAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG)


1. PENGENALAN SIG

a. Sekilas Tentang SIG

Awal abad ke-20 memperlihatkan pengembangan “litografi foto” dimana peta dipisahkan menjadi beberapa lapisan (layer). Perkembangan perangkat keras computer yang dipacu oleh penelitian sejata nuklir membawa aplikasi pemetaan menjadi multifungsi pada awal tahun 1960-an.

Tahun 1967 merupakan awal perkembangan SIG yang bisa diterapkan di Ottawa, Ontario oleh Departemen Energi, Pertambangan dan Sumber Daya. Dikembangkan oleh Roger TOmlison, yang kemudian disebut CGIS (Canadian GIS), digunakan untuk menyimpan, menganalisa dan mengolah data yang dikumpulan untuk inventarisasi tanah kanada (CLI – Canadian Land Inventory) – sebuah inisiatif untuk mengetahui kemampuan lahan di wilayah pedesaan Kanada dengan memetakan berbagai informasi pada tanah, pertanian, pariwisata, alam bebas, unggas dan penggunan tanah pada skala peta 1 : 250.000- .

Sistem Informasi Geografi (SIG) mulai dikenal secara umum pada awal tahun 1980-an. Sejalan dengan berkembangnya perangkat computer, baik perangkat lunak maupun perangkat keras, SIG berkembang pesat pada tahun 1990-an.

Menurut Anon (2003) ada beberapa latar belakang berkembangnya SIG, diantaranya adalah :

- SIG menggunakan data spasial maupun atribut secara terintegrasi

- SIG dapat digunakan sebagai alat bantu interaktif yang menarik dalam usaha meningkatkan pemahaman mengenai konsep lokasi, ruang, kependudukan dan unsure geografi yang ada dipermukaan bumi.

- SIG dapa memisahkan antar abetuk presentasi dan basis data.

- SIG memiliki kemampuan menguraikan unsure-unsur yang ada dipermukaan bumi kedalam layer atau coverage data spasial.

- SIG memiliki kemampuan yang sangat baik dalam memvisusalisasi data spasial berikut atributnya.

- Semua operasi SIG dapat dilakukan secara interaktif.

- SIG dengan mudah menghasilkan peta tematik.

- Semua operasi SIG dapat di-costumize dengan menggunakan perintah-perintah dalam bahasi script.

- Perangkat lunak SIG menyesiakan fasilitas untuk berkomunikasi denfan perangakt lunak lain.

- SIG sangat membantu pekerjaan yang erat kaitannya denga bidang spasial dan geoinformatika.

Alasan SIG dibutuhkan adalah untuk penanganan data spasial terutama karena data peta dan data statistik cepat kadaluarsanya, sehingga penyediaan data dan informasi yang diberikan tidak akurat. Berikut adalah 2 (dua) keistimewaan analisis melalui SIG :

1. Analisis Proximity

Analisis Proximity merupakan suatu geografi yang berbasis pada jarak antar layer. Dalam analisis ini, SIG menggunakan proses yang disebut buffering, yaitu membangun lapisan pendukung sekitar layer dalam jarak tertentu untuk menentukan dekatnya hubungan antara sifat bagian yang ada.

2. Analisis Overlay

Proses integrasi data dari lapisan-lapisan layer yang berbeda disebut dengan overlay. Secara analisis membutuhkan lebih dari satu layer yang akan ditumpang susun secara fisik agar bisa dianalisis secara visual.

Secara umum SIG atau dikenal juga dengan nama Geographic Information System (GIS), merupakan suatu system yang berbasiskan computer berguna dalam penyimpanan dan analisis objek-objek serta fenomena dimana lokasi geografis merupakan karakteristik yang penting atau kritis untuk dianalisis.

b. Pengertian SIG

Pada prinsipnya Sistem Informasi Geografi adalah suatu rangkaian kegiatan untuk mendapatkan gambaran situasi ruang muka bumi atau informasi tentang ruang muka bumi yang diperlukan untuk menjawab permasalahan yang terdapat dalam ruang muka bumi. Rangkaian dari kegiatan analisa tersebut adalah pengumpulan, menataan, pengeolahan, penganalisaan dan penyajian data-data / fakta-fakta yang terdapat dalam ruang muka bumi tertentu.

SIG merupakan akronim dari :

1. Sistem

Pengertian suatu system adalah kumpulan elemen yang saling berintagrasi dan berinterpedensi dalam lingkungan yang dinamis untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

2. Informasi

Informasi adalah gambaran suatu kedaan. Dalam kontkes SIG, informasi ditujukan pada gambaran keadaan geografis pada suatu lokasi.

3. Geografi

Istilah ini digunakan Karen SIG dibangun berdasarkan pada bentuk muka bumi atau spasial. Setiap objek geografi mengarah pada spesifikasi lokasi dalam suatu ruang. Objek bisa berupa fisik, budaya atau ekonomi alamiah. Penampakan tersebut ditampilkan dalam suatu peta untuk memberikan gambaran yang representatif dari spasial suatu objek sesuai dengan kenyataan di bumi.

Dengan demikian, SIG adalah suatu system informasi yang menggabungkan data spasial dengan data tabular (tekstual/atribut) suatu objek yang dihubungkan secara geografis di bumi.

2. KOMPONEN SIG

Merujuk pada definisi SIG, maka komponen dalam SIG dapat dibagi menjadi 3 (tiga) aspek, yaitu

1. Data Spasial Digital (Digital Map)

Data spasial adalah suatu data peta yang berbentuk garis, area dan poin pada muka bumi yang memiliki referensi geografis.

2. Data Atribut

Data atribut adalah data-data selain data peta, seperti database (data tekstual), data gambar (Image) dan data lainnya seperti video. Data-data ini merupakan informasi tekstual atau gambar suatu keadaan pada ruang muka bumi yang tidak memiliki referensi geografis.

3. Perangkat Keras dan Perangkat Lunak Komputer

Perangkat keras adalah peralatan computer dan jaringan yang mendukung kegiatan pembangunan dan operasi system, yang disesuaikan dengan System Requirement suatu aplikasi. Perangkat lunak adalah satu aplikasi pengoperasian suatu system computer. Dalam hal ini, perangkat keras dan perangkat lunak computer harus bisa mendukung dalam proses pengoperasian program SIG. contoh dari perangkat lunak/software SIG adalah ARCView, MAPINFO, GLOBAL MAPPER, Quantum GIS, MAP Window, Dan sebagainya.

3. PEMANFAATAN

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi di Indonesia, maka semakin banyak sector dan institusi yang menggunakan SIG sebagai alat pemantauan dan juga pemutus kebijakan. Berikut adalah contoh penerapan SIG di Indonesia :

- PT. Telkom menggunakan aplikasi GIS untuk pelayanan pelanggan, perencanaan pemasangan jaringan kabel dan perencanaan proyek wireless lacal loop (WLL Project).

- Operator Telepon Cellular menggunakan aplikasi SIG yaitu aplikasi plantools untuk perencanaan infrastruktur dan identifikasi demand market.

- Kehutanan menggunakan aplikasi SIG untuk memonitoring penggunaan HPH, analisa RKT, monitoring hutan konservasi, pemetaan hutan, system informasi topografi, dll.

- Pertahanan menggunakan aplikasi SIG untuk war simulator, rencana penyerangan, monitoring territorial,dll.

- Lingkungan Hidup mengunakan aplikasi GIS untuk monitoring pencemaran sungai, monitoring pencemaran danau, dll

- Dan dalam aspek lainnya.

Pemanfaatan SIG untuk mahasiswa biologi adalah untuk memudahkan analisa awal kondisi suatu lokasi atau sering juga disebut dengan orientasi lapangan, memudahkan penentuan jalur pengamatan/jalur transek dan juga memudahkan dalam penetuan metode yang akan digunakan pada suatu penelitian berdasarkan kondisi geografis suatu lokasi.

Untuk Versi PDF dapat anda download disini!!!!

Jumat, 30 Maret 2012

About US

Daya Padjadjaran didirikan dilandasi atas semangat profesionalisme dan kesadaran bersama dalam pembangunan di Indonesia. Seperti diketahui, jasa konsultasi akan sangat diperlukan partisipasinya dalam pembangunan di Indonesia. Tim ini menyediakan jasa konsultasi baik dalam bidang lingkungan hidup maupun dalam bidang pemetaan dan IT serta Sosial Ekonomi Budaya. Tim ini terdiri dari personal berpengalaman dan ahli dalam bidang lingkungan, biodiversitas, pemetaan dan GIS, geologi, Sosial Ekonomi, planologi, kelautan dan informatika.

Jumat, 16 Maret 2012

MATERI KULIAH SIG

Berikut Ini terdapat beberapa HandOut Materi Kuliah Untuk Sistem Informasi Geografi yang dapat anda download dengan gratis.
Handout Materi Kuliah tersebut diberikan pada Mata Kuliah Sistem Informasi Geografi Pada Jurusan Biologi Universitas Padjadjaran.

1. Pertemuan Pertama, 20 Maret 2012

2. Pertemuan Kedua, 3 April 2012
- Komponen SIG
- Untuk Software Quantum GIS dapat Anda Download di http://www.qgis.org/
Sofware Qgis selain untuk windows dapat pula digunakan pda platform MacOS X, dan Linux, serta pada OS Android

Kamis, 23 Februari 2012

Sampel Peta ESDM

Kami menyediakan data peta ESDM dalam bentuk shapefile (.shp). Hal ini akan memudahkan anda dalam overlay data peta tanpa harus anda mendigit terlebih dahulu. Apabila anda berminat kontak kami.

Berikut adalah contoh petanya (dalam bentuk JPG)

Peta Potensi Tambang Kalimantan Timur

Rabu, 22 Februari 2012

Contoh Aplikasi Sistem Indormasi







HCV (HIGH CONCERVATION VALUE)

HCV (High Concervation Value) atau yang sering disebut juga dengan NKT (Nilai Konservasi Tinggi) merupakan sebuah kajian tentang keberadaan kawasan yang mempunyai nilai konservasi tinggi, dilihat dari beberapa aspek. Aspek yang pertama dilihat dari keberadaa jenis hewan/tumbuhan lan

gka yang berada di dalam kawasan, kemudian aspek keberadaan populasi langka beserta habitatnya, kemudian keberadaan bentang alam langka dan keberadaan kawasan yang mempunyai jasa terhadap lingkungan sekitar serta keberadaan identitas sosial budaya masyarakat sekitar. Kajian lingkungan ini diperuntukan bagi perkebunan kelapa sawit yang berada di Indonesia. berikut adalah garis besar pegkategorian aspek-aspek kajian dalam NKT :

· NKT 1, 2, dan 3 : terkait dengan berbagai aspek keanekaragaman hayati. Termasuk: variabilitas organisma, sarana untuk keberlanjutan hidup organisma (habitat).

· NKT 4 : terkait dengan kelangsungan penyediaan berbagai jasa lingkungan alami.

· NKT 5 : terkait dengan kelangsungan sosial-ekonomi.

· NKT 6 : keberlanjutan ketersediaan ruang kepada masyarakat lokal untuk menjalankan pola hidup tradisional.

Kegunaan dari kajian NKT ini adalah sebagai dokumen untuk mendapatkan sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) bagi perkebunan kelapa sawit yang ada di Indonesia. Sertifikat ini berfungsi sebagai bukti legal atas kualitas perkebunan kelapa sawit, sehingga dapat menaikan harga produksi minyak kelapa sawit (CPO) dalam perdagangan internasional.

Kajian NKT ini didukung dengan adanya data digital berupa peta keberadaan kawasan yang memiliki nilai konservasi tersebut. Berikut adalah contoh peta NKT di Kalimantan Timur.



Selasa, 21 Februari 2012

Products and Services Daya Padjadjaran (2)

1.

1) Data Digital

* Data Basemap (resolusi 250 meter)

1. Data Jalan

2. Data sungai

3. Data batas administrasi

4. Toponimi

5. Kontur/elevasi

* Data Spasial Kota (resolusi 3 meter)

* Data Spasial ESDM

1. Data potensi tambang logam

2. Data potensi tambang non-logam

3. Data potensi tambang batubara

4. Data potensi energy

* Data Hidrologi

1. Data peta wilayah sungai

2. Data peta DAS

3. Data peta hidrologi

4. Data potensi air tanah

* Data peta kehutanan

1. Data landcover

2. Data vegetasi

3. Data peta hutan lindung

4. Data peta penunjukan kawasan kehutanan dan perairan

5. Data peta sebaran hutan gambut/lahan rawa

6. Data peta tataguna kesepakatan hutan (TGHK)

7. Data peta deforestasi hutan

8. Data peta indikatif penundaan izin baru (moratorium)

9. Data peta sebaran HPH

* Data peta perkebunan dan pertanian

1. Data peta sebaran perkebunan kelapa sawit

2. Data peta ketersediaan lahan untuk pertanian

* Data tanah dan geologi

1. Data peta geologi

2. Data peta landsistem

3. Data peta tanah

* Data environment

1. Data peta potensi banjir

2. Data peta titik api

3. Data peta HCV

2) IT Service

* GIS

a. SIJJ (Sitem Informasi Jaringan Jalan)

Aplikasi ini berfungsi sebagai penyimpan informasi database nama-nama jalan

b. SIDS (Sistem Informasi Daerah Sungai)

Aplikasi ini berfungsi sebagai penyimpan informasi database nama-nama sungai, saluran irigasi dan drainase

c. SIDA (Sistem Informasi Sumber Daya Alam)

Aplikasi ini berfungsi sebagai penyimpan informasi database sumberdaya alam

d. SIDTRB (Sistem Informasi Dinas Tata Ruang dan Bangunan)

Aplikasi ini berfungsi sebagai penyimpan database informasi tentang penataan ruang dan informasi bangunan

e. SI Pengendalian dan Pengawasan Bangunan (Sistem Informasi Pengendalian dan Pengwasan Bangunan)

Aplikasi ini berfungsi sebagai penyimpan database informasi bangunan-bangunan yang ada terkait dengan fungsi lahan yang ada di daerah bangunan tersebut

* MIS

a. SIMPEG (Sistem Informasi Kepegawaian)

b. SIKesmas (Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat)

c. SIArsip (Sistem Informasi Kearsipan)

d. SIPerpustakaan (Sistem Informasi Perpustakaan)

e. SIAkademik (Sistem Infomasi Akademik)

f. SIPoliklinik (Sistem Informasi Poliklinik)

3) Lingkungan

* AMDAL

* UKL-UPL

* HCV

* MONITORING (IMPLEMENTASI)

* FEASIBILITY STUDY (FS)

Tim Ahli


1. Dr. Kunkun Jakagurmaya (Bidang Lingkungan)

2. Sapto Prajogo, M.Si (Bidang Manajemen Lingkungan)
3. Gugun Gurnita, M.Si (Bidang Biodiversitas)
4. Ir. Imam Subagyo (Bidang Rawa dan Ekonomi Lingkungan)
5. Arto Seto, ST (Bidang GIS dan Pemetaan)
6. Nonok Dwiyantoro, ST (Bidang Informatika)
7. Edwin Adriana, ST (Bidang Planologi)
8. Drs. Bambang Suseno (Bidang Sosial Ekonomi)
9. Gia Ginanjar Utama, S.Si (Bidang Lingkungan)
10. Teguh Atuyanuar Zaelani, S.Si (Bidang Biodiversitas)
12. Agus Sudarko, AMd (Bidang Survey Pemetaan)

Senin, 20 Februari 2012

Products And Services Daya Padjadjaran

Daya Padjadjaran didirikan dilandasi atas semangat profesionalisme dan kesadaran bersama dalam pembangunan di Indonesia. Seperti diketahui, jasa konsultasi akan sangat diperlukan partisipasinya dalam pembangunan di Indonesia. Tim ini menyediakan jasa konsultasi baik dalam bidang lingkungan hidup maupun dalam bidang pemetaan dan IT (Information Technology). Tim ini terdiri dari personal berpengalaman dan ahli dalam bidang lingkungan, biodiversitas, pemetaan dan GIS, geologi, Sosial Ekonomi, planologi, kelautan dan informatika.


Berikut ini merupakan Product Overview dari Daya Padjadjaran: